Gambaran Umum, Tata Cara dan Doa Shalat Tahajud


1.Pengertian Shalat Tahajjud

 Shalat berasal dari kata al-Silat, Sholaya, artinya hubungan dengan Allah. Shalat juga bisa berarti do’a, berkah, ahsana (memberi kebaikan), sanak (memuji). Shalat dalam arti pendeknya atau secara lughowi adalah berarti   do’a,   sedang   menurut   syara’   adalah:   beberapa   ucapan   dan perbuatan   yang  di  mulai  dengan  takbir  disudahi  dengan  salam.  Ini merupakan  pengertian  lahir,  sedangkan  pengertian  hakikinya:  berharap atau (jiwa) kepada Allah, sehingga yang mendatangkan takut kepadaNya serta menumbuhkan di dalam jiwa rasa ke besaran-Nya dan kesempurnaan kekuasaan-Nya dalam alam semesta ini.1
Asal makna shalat menurut bahasa Arab ialah “do’a”, tetapi yang dimaksud di sini ialah ibadah yang tersusun dari beberapa perkataan dan perbuatan yang di mulai dengan takbir, disudahi dengan salam, dan memenuhi beberapa syarat yang ditentukan.2
Dalam istilah   ilmu   fiqih,   shalat   adalah   bentuk   ibadah   yang diwujudkan   dengan   melakukan   perbuatan-perbuatan   tertentu   disertai dengan  ucapan-ucapan  tertentu  dan  syarat-syarat  tertentu  pula. Digunakannya istilah shalat bagi ibadah ini, kemudian di dalamnya mengandung beberapa arti. Diantaranya untuk arti do’a, kemudian istilah shalat juga digunakan untuk arti rahmat dan untuk arti mohon ampunan dari Allah SWT.3
Jadi, shalat mendhahirkan  hajat dan keperluan  kita kepada Allah yang kita sembah, dengan perkataan dan pekerjaan,  atau dengan kedua- duanya. Dengan demikian, shalat tidak hanya menyembah Tuhan. Tetapi juga berhubungan  dengan  Dia,  mengingat-Nya,  berserah  diri,  mengadu, bermohon kepada-Nya, mensucikan hati dan memperkokoh serta meningkatkan ruhani.
Kewajiban   perintah   shalat   ditegaskan   dalam   al-Qur’an   tetapi perintah itu bersifat umum. Tentang detail dari pada tata cara dan waktu- waktu  melakukannya,  berdasar  atas  petunjuk  dan  sunnah  Nabi.  Sistem shalat  yang dilakukan  kini,  adalah  sistem  yang  telah  dicontohkan  Nabi dahulu pada umat Islam generasi awal, kemudian diwariskan secara turun- temurun tanpa mengalami perubahan, telah berjalan selama 14 abad.
Firman Allah SWT: QS. Al-Ankabut ayat 45: Artinya:  “Dan  dirikan  shalat  sesungguhnya  shalat  itu  mencegah  dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar”.
Firman Allah SWT: QS. Al-Baqarah ayat 238: Artinya: “Peliharalah  semua shalatmu  dan shalat wusta berdirilah  untuk Allah SWT (dalam shalat) dengan khusyuk”.
Firman Allah SWT: QS. An-Nisa‘ ayat 103: Artinya: “Dirikanlah shalat itu! Sesungguhnya shalat itu di wajibkan untuk melakukannya pada waktunya atas sekalian orang mukmin”.
Dari uraian ayat di atas, bahwa sebagai hamba Allah SWT diperintahkan untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya  dan agar kita menjadi  orang  yang bertaqwa  kepada  Allah SWT dengan menjalankan shalat wajib4  dan diperintahnya untuk mengerjakan shalat wusta5  agar memeliharanya, karena itu lebih baik bagi setiap muslim.
Sedangkan kata tahajjud memiliki dua arti yang bertolak belakang yaitu:  “tidur   dan  tidak   tidur   diwaktu   malam”. Jika    terdapat kalimat hajada ar-rajul maka  artinya  adalah  seorang  yang  tidur  di  waktu  malam. Namun jika kalimatnya berbunyi   hajjada ar-rajul maka artinya orang itu shalat.di  waktu  malam,  sedangkan  istilah  orang bertahajjud  hanya  bermakna orang yang bangun tidur untuk mengerjakan shalat dan orang yang mengerjakan shalat tahajjud di namakan mutahajjid. 6
Kata tahajjud merupakan gabungan dari ta dan al hujud. Ta merupakan akronim dari tayaqquzh yang berarti “terjaga dari tidur”, sementara al hujud berarti “tidur”. Jadi tahajjud adalah shalat sunnah yang dilakukan setelah tidur, meskipun hanya sebentar. Shalat tahajjud sangat dianjurkn bagi umat Islam khususnya kaum  muslimin.7
Umumnya ulama mengartikan shalat tahajjud sebagai shalat yang dilaksanakan sesudah bangun tidur di waktu malam. Shalat ini dinamakan shalat al lail, sehingga ada ulama ada yang mensyaratkan pelaksanaannya di waktu malam lebih baik setelah tidur malam. Adapun anjuran untuk melaksanakan shalat tahajjud terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah SAW.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Is’ra ayat: 79.
Artinya: “Dan dari itu hendaklah engkau gunakan sebagian waktu malam itu  untuk  melaksanakan  shalat  tahajjud,  sebagai  shalat  sunnah untuk   dirimu,   mudah-mudahan   tuhan   akan   membangkitkan engkau pada kedudukan yang terpuji”.
Juga dalam QS. Al-Muzammil ayat 2,3, dan 4.
Artinya:“Bangunlah  (untuk  shalat)  di  malam  hari,  kecuali  sedikit  dari padanya”. “Yaitu seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit”. “Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan”.
Adapun  hadits-hadits  yang  dijadikan  dasar  shalat  tahajjud  ialah sabda nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh  At-Turmudzi dalam kitab Jamius Shahih Jilid III, Sebagai berikut:

Artinya:   “Kerjakanlah shalat malam (shalat tahajjud), sebab itu kebiasaan orang-orang  shaleh  sebelum  kami  dahulu,  juga  suatu  jalan untuk  mendekatkan  diri pada Tuhanmu  dan sebagai  penebus kejahatan-kejahatan    dan   sebagai   pencegah   penyakit   dari badan”.
Dari keterangan di atas dapat dijelaskan, bahwa selain menjalankan shalat wajib kita juga diperintah untuk mengerjakan shalat sunnah.8 Dalam hal ini yang dimaksud adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari yaitu  shalat  sunnah  tahajjud,  karena  dalam shalat  tahajjud  terdapat fadhilah  atau  keutamaan-keutamaan  yang  sangat  luar  biasa  bagi  orang yang melaksanakannya.  Sehingga  shalat tahajjud sangat dianjurkan  oleh Allah SWT maupun nabi Muhammad SAW, sebab pada malam hari jika ada orang mengerjakan shalat tahajjud dan memohon kepada Allah SWT maka akan dikabulkan do’anya serta mendapatkan tempat yang terpuji.
Shalat  adalah  pekerjaan  hamba  yang  beriman  dalam menghadapkan wajahnya dan sukmanya kepada zat yang Maha suci. Maka manakala shalat itu dilakukan secara tekun dan kontinue, menjadi alat pendidikan rohani manusia yang efektif, memperbaharui dan memelihara jiwa serta memupuk pertumbuhan kesadaran.
Shalat adalah do’a seorang hamba kepada khaliq-Nya, yakni Allah SWT, shalat juga pertemuan antara hamba denagan Tuhan. Tempat pertemuan itu ada di dalam hati. Shalat secara ruhaniah tidak terikat oleh ruang dan waktu, shalat ini dilakukan secara terus-menerus sejak di dunia hingga akhirat. Shalat diibaratkan sebagai suatu perjalanan rohani, karena semua gerak-gerik kita di dalam shalat dikontrol oleh niat kita yang dilafalkan untuk memulai shalat.
Apabila  seorang  muslim  mendirikan  shalat  berarti,  telah menempuh setengah perjalanan menuju Allah SWT. Hendaknya manusia itu  memohon   bantuan   kepada  Allah  SWT  agar  Dia  mengaruniakan kesabaran dan kekuatan, karena beribadah kepada Allah SWT merupakan ujian  yang  berat  meskipun  sepintas  tampak  mudah.  Mendirikan  shalat adalah suatu amalan yang harus dilakukan oleh setiap umat Islam. Orang yang  menghadapkan   wajahnya  dengan  Allah  di  dalam  shalat,  harus berkonsentrasi penuh kepada-Nya.9
Dan shalat ini pulalah yang merupakan inti dari peristiwa Isra’ dan Mi’raj, karena shalat pada hakikatnya merupakan kebutuhan mutlak untuk mewujudkan   manusia   seutuhnya,   kebutuhan   akal   pikiran   dan   jiwa manusia. Shalat juga menggambarkan tata intelegensia semesta yang total, yang  sepenuhnya  diawasi  dan  dikendalikan  oleh  suatu  kekuatan  yang maha dahsyat dan maha mengetahui, Tuhan Yang Maha Esa. Shalat juga merupakan kebutuhan jiwa karena tidak seorang pun dalam perjalanan hidupnya  yang  tidak  pernah  mengharap  atau  cemas.  Shalat  dibutuhkan oleh  masyarakat  manusia,  karena  shalat  dalam  pengertian  yang  luas, merupakan dasar-dasar pembangunan.10

2.   Tata Cara Shalat Sunnah Tahajjud.

Orang yang akan melaksanakan shalat malam ada tata caranya terutama shalat tahajjud, yaitu disunnahkan  di waktu akan tidur, berniat hendak bangun untuk shalat tahajjud, apabila ternyata tidak bangun, maka sudah dapat pahalanya. Jadi pada dasarnya niat saja untuk melaksanakan shalat malam itu sudah mendapatkan pahala dari Allah SWT.
Ketika sudah bangun tidur, maka segeralah mengingat Allah, kemudian  membersihkan  muka  atau  mulut  dengan  siwak  (gosok  gigi), setelah bersih semuanya hendaknya membangunkan keluarga, karena jika seorang suami bangun pada malam hari dan membangunkan istrinya lalu mereka shalat tahajjud dua raka’at, keduanya itu dicatat sebagai laki-laki dan wanita yang banyak mengingat Allah SWT.11
Firman Allah SWT. QS. Thoha: 132 yang artinya sebagai berikut:
 Artinya: “Dan perintahkanlah  keluargamu  untuk mengerjakan  shalat dan bersabar untuk itu”. Kami tidak meminta rizki kepadamu, bahkan Kamilah  yang memberi  rizki kepadamu.  Dan akibat yang baik hanya untuk tindakan taqwa.
Ketika  orang  meminta  sesuatu  pada  Allah  SWT,  baik  itu minta rizki, sehat dan lain-lain, hendaknya bersabar dan jangan putus asa. Karena segala sesuatu itu kalau menurut manusia baik belum tentu baik bagi Allah SWT, sebaliknya apabila segala sesuatu itu buruk belum tentu buruk pula, maka dari itu bersabarlah  karena  orang  yang sabar di kasih oleh Allah SWT.
Bagi orang yang mengerjakan shalat tahajjud hendaknya memulai shalat tahajjud dengan melaksanakan dua rakaat secara cepat, tapi apabila masih merasa ngantuk, maka hendaknya berhenti dulu hingga sudah tidak merasa  ngantuk  lagi,  baru  kemudian  shalat  lagi.  Selain  itu,  dibolehkan untuk  mengerjakan  shalat  tahajjud  dengan  berjama’ah,  tetapi  kadang- kadang  saja.  Sebab  nabi  Muhammad  SAW  terkadang  shalat  tahajjud dengan  berjama’ah  lebih  sering  sendirian  sendirian.  Sebaiknya  shalat tahajjud   di  laksanakan   di  rumah  saja,  karena  sebaik-baiknya   shalat seseorang adalah di rumahnya kecuali shalat wajib (shalat fardhu).
Shalat dengan memanjangkan berdiri, memperbanyak ruku’ dan sujud. Inilah shalat yang paling utama selama tidak memberatkan atau menyebabkan kebosanan. Orang yang bertahajjud hendaknya membaca al- Qur’an sesuai dengan kemampuan untuk merenungi apa yang di baca. Di bolehkan membaca dengan suara keras atau lirih. Dengan suara keras lebih utama jika hal itu membuat orang yang melaksankan  shalat tahajjud itu lebih semangat membaca. Namun apabila di dekatnya ada orang yang juga bertahajjud  atau  ada  orang  yang  merasa  terganggu  dengan  suara  keras maka membaca dengan suara lirih lebih baik dan lebih utama.12
Setelah selesai mengerjakan shalat tahajjud selesai, kemudian membaca  kalimat  thoyibah,  wirid-wirid,  dan do’a khusus, serta baiknya ditutup dengan mengerjakan shalat witir, karena shalat witir sebagai akhir shalat malam atau shalat penutup.
Sebelum mengerjakan sesuatu sebaiknya berniat dulu agar mendapatkan   pahala   dari   Allah   SWT   termasuk   mengerjakan   shalat tahajjud, karena dorongan untuk mengerjakan shalat malam sangat di anjurkan,  memerintahkan  orang  lain untuk  melaksanakan  shalat  malam. Seorang pemimpin dan orang yang memiliki kekuasaan hendaknya memperhatikan  orang  yang  diurusnya  dengan  memperhatikan kemaslahatan agama dan dunia mereka. Hendaknya penasehat yang tidak diterima nasehatnya atau tatkala orang yang dinasehati beralasan dengan sesuatu  yang  tidak  bisa  diterima,  hendaklah  menahan  diri  dan  boleh bersikap keras kalau memang itu yang lebih maslahat.
Anjuran   untuk   mengajak   orang   lain   melaksanakan   shalat malam hendaknya dikerjakan secara terus-menerus. Shalat malam itu tidak wajib,  karena  Nabi  tidak  mengharuskan  isterinya  melakukan  hal  itu. Seorang  suami  dianjurkan  untuk  membangunkan  isterinya  pada  malam hari itu untuk ibadah, terutama pada saat terjadi kejadian besar.13
Adapun   hal-hal   yang   dapat   mendorong   untuk   bangun   dan melakukan   shalat  malam  anatara  lain:  mengetahui   keutamaan   shalat malam dan kedudukan orang yang suka bertahajjud.
Seorang mukmin yang baik hendaknya dapat memanfaatkan kesehatan dan waktu luang dengan baik, termasuk berusaha tidur di awal malam sehingga memiliki kekuatan dan semangat untuk shalat malam dan shalat shubuh. Kemudian berusaha untuk memperhatikan adab-adab tidur dan  melakukan  usaha  lain.14   Seorang  muslim  boleh  melakukan  shalat mutlak sebanyak-banyaknya, baik di waktu malam maupun di waktu siang asalkan tidak pada waktu-waktu terlarang dan boleh shalat sunnah sambil duduk.15

3.  Makna dan Fadhilah Shalat Tahajjud

Pada dasarnya orang yang mengerjakan shalat tahajjud akan memperoleh bermacam-macam nikmat yang akan menyejukan pandangan mata,  tutur  kata  yang  berbobot,  mantap  dan  berkualitas  serta  diberikan tempat  yang  terpuji,  maqoman  mahmudah,  baik  di  dunia  maupun  di akhirat,  akan  dihapuskan   segala  dosa  dan  segala  kejelekannya   serta terhindar dari penyakit.16
Hikmah yang dapat diperoleh dari mengamalkan shalat tahajjud adalah tidak munculnya perasaan pesimis, rendah diri, minder, tutur kata yang kurang berbobot, dan berganti dengan sifat selalu optimis, percaya diri   dan   pemberani   tanpa   disertai   sifat   takabur.17     Shalat   tahajjud merupakan  sebab  utama  bagi seseorang  untuk  bisa masuk  surga,  shalat merupakan  cara  untuk  menaikkan  derajat  dalam  kamar-kamar  surga,
orang-orang yang membiasakan  shalat tahajjud adalah orang-orang  yang berbuat   kebajikan   dan   berbuat   ihsan   (maksudnya   beribadah   secara sempurna) dalam ibadah sehingga layak untuk mendapat rahmat dan surga Allah SWT, Allah sendiri akan memuji orang yang suka shalat tahajjud, dan  menggolongkannya   sebagai  hamba-hambanya   yang  baik,  hamba- hamba  Allah  Yang  Maha  Penyayang,  shalat  tahajjud  merupakan  shalat yang paling utama setelah shalat fadhu.18
Shalat malam (shalat tahajjud) memiliki keutamaan yang besar, hal ini  ditunjukkan  oleh  hal-hal  sebagai  berikut:  Nabi  Muhammad  SAW sangat memperhatikan shalat malam hingga diriwayatkan bahwa beliau pecah-pecah  kedua  telapak  kakinya.  Ini disebabkan  kesungguhan  beliau yang luar biasa untuk melaksanakan shalat malam atau tahajjud. Firmannya Allah SWT: Qs Adz-Dzariayat ayat: 17-18.
Artinya: “Di waktu malam, sedikit sekali mereka tidur. Dan pada waktu sahur mereka beristigfar (meminta ampun)”.
Allah SWT memuji orang yang suka shalat malam dan menggolongkannya  sebagai  hamba-hambanya  yang  baik,  hamba-hamba yang memiliki keimanan yang teguh sehingga mereka bisa menjalankan shalat tahajjud sebab memang untuk bangun tidur itu sangatlah sulit bagi mereka yang belum terbiasa bangun pada malam hari.
Firman Allah SWT, Qs: Al-Furqan: 64.
Artinya:  “Dan  orang-orang  yang  menghabiskan  waktu  malam  dengan sujud dan berdiri menyembah Tuhan mereka”. (Qs: Al-Furqan: 64.).
Dari ayat di atas dapat dijelaskan, bahwa orang-orang yang suka shalat  malam  adalah  orang-orang  yang  memiliki  iman  yang  sempurna. Sebab shalat malam merupakan  penutup  kesalahan  dan penghapus  dosa serta merupakan  shalat  sunnah  yang paling  utama  setelah  shalat  fardhu (shalat wajib).
Membaca   Al-Qur’an   dalam  shalat  malam  merupakan keberuntungan  besar.19  Bagi siapa saja yang mengerjakan shalat tahajjud dengan sebaik-baiknya dan dengan sopan, tata tertib yang baik serta rapi, maka  Allah  SWT  memberikan  kemuliaan  di  dunia  dan  kemuliaan  di akhirat yaitu, akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bentuk bencana, kemudian tanda ketaatannya akan tampak kelihatan di mukanya  dan akan dicintai para hamba Allah SWT yang shalih dan dicintai oleh semua manusia serta lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah atau akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.
Wajahnya  akan berseri-seri  ketika  ada di hari pembalasan,  akan diberi  keringanan   ketika  dihisab,   dimudahkan   dalam     menyeberangi jembatan  sirathal  mustaqim,  bisa  melakukannya  dengan  sangat  cepat, seperti halilintar yang menyambar. Selain itu catatan amalnya diberikan di tangan kanan.20
Shalat   tahajjud   hendaknya   selalu   dikerjakan,   karena   tahajjud adalah  jalannya  orang-orang  shalih,  dan  ia  adalah  yang  menyebabkan dekat  kepada  Allah  SWT,  Tidak  diragukan  lagi,  kehormatan  seorang mu’min adalah dalam tahajjudnya, dan kemuliaan seorang mu’min adalah dalam kesabarannya.21
Dalam hal ini Imam Musbikin menyatakan, bahwa shalat tahajjud ternyata  tidak  hanya  membuat  seseorang  yang  melakukannya mendapatkan  tempat  (maqaman  mahmudah)  terpuji  di sisi Allah  SWT, tapi juga sangat penting bagi kesehatan dan dunia kedokteran, hikmah disyariatkannya  untuk  mendirikan  shalat  tahajjud  adalah  bebas membebaskan  seseorang dari serangan infeksi dan penyakit kanker. Dan apabila dilakukannya secara rutin, benar, khusyu’, dan ikhlas, niscaya akan terbebas dari infeksi dan kanker yang ganas.22
Shalat tahajjud dinilai bukan hanya saja merupakan ibadah shalat tambahan atau shalat sunnah (shalat malam), tapi lebih dari itu, jika shalat tahajjud dilakukuan secara kontinue, tepat gerakannya, khusyu’ dan ikhlas, secara medis shalat tersebut mampu menumbuhkan respon dan imunologi (ketahanan   tubuh),   khususnya   pada  imunogglobulin23    M,  G,  A  dan hifositnya yang berupa persepsi dan motivasi positif serta dapat mengefektifkan  kemampuan  individu untuk menaggulangi  masalah yang dihadapinya (coping).24
Memang yang dimaksud shalat tahajjud pada tataran ini, bukanlah sekedar  menggugurkan  status yang muakkad  (sunnah  mendekati  wajib), melainkan  menitik  beratkan  pada  sisi  rutinitas  shalat,  dan  ketepatan gerakan keseluruhan dan keikhlasan bathin.
Tahajjud yang dilakukan secara rutin dan disertai perasaan ikhlas lagi khusyu’ dan tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respon umum yang baik, yang kemungkinan  besar akan terhindar dari penyakit infeksi dan  kanker  tersebut.  Berdasarkan  hitungan  teknis  medis  menunjukkan bahwa shalat tahajjud yang dilakukan membuat seseorang mempunyai ketahanan tubuh yang baik.25
Jadi shalat tahhajud  selain  bernilai  ibadah,  juga sekaligus  syarat dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi kontrol kognisi (pemikiran). Dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi positif dan coping yang efektif, emosi yang positif dapat menghindarkan  seseorang dari  stres.  orang  yang  stres  biasanya  rentan  sekali  terhadap  penyakit kanker dan infeksi yang ada.
Sedangkan  waktu yang paling utama  untuk  melaksanakan  shalat tahajjud  adalah  tengah  malam  terakhir,  yaitu  “tsulutsul   lailil  akhir” sepertiga  malam  yang  terakhir.  Sepanjang  malam  ada  saat-saat  utama, lebih utama dan paling utama, maka waktu malam yang panjang itu dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu: Sepertiga awal, yaitu kira-kira dari jam
19 sampai dengan jam 22, ini saat utama, dan sepertiga kedua, yaitu kira- kira dari jam 22 sampai dengan jam 01.30, ini saat yang paling utama serta sepertiga ketiga, yaitu kira-kira dari jam 01.30 sampai dengan masuknya waktu shubuh, ini adalah saat yang paling utama.26  Karena pada malam- malam itu apabila ada orang yang bangun dan mengerjakan shalat tahajjud akan dikabulkan apa yang dimintanya, sebab pada malam itu sedikit orang yang bangun pada sepertiga malam, untuk itu shalat tahajjud sangat dianjurkan oleh nabi Muhammad SAW.




1 Ensiklopedi Islam II, (Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, 1993), hlm.208.
2 Sulaiman Rasjid, Fiqih Islam, (Bandung, PT. Sinar Baru Algensindo, 2002), hlm. 53.
3 T.M. Hasbi Ash Siddiqie, Pedoman dan Do’a, (Jakarta: PT. Bulan Bintang, 1959),
4 Nasaruddin Razak, Dienul Islam, (Bandung, PT. Al-Ma’arif, 1973), hlm. 60.
5 Abdul Majid, Rahasia Shalat, (Yogyakarta: PT. Pustaka Sufi 2003), hlm.163.
6 M. Quraish Shihab, Panduan Shalat bersama Quraish Shihab, (Jakarta: PT. Republika,
2003), hlm. 90
7 Sa’id bin Ali Wahf al-Qanthani, Tahajjud Nabi Muhammad SAW, (Yogyakarta: PT. Media Hidayah, 2003), hlm. 13.
8 Aziz Salim Basyarahil, Shalat (Hikmah, Falsafah dan Urgensinya), (Jakarta: PT. Gema
Insani Press, 1996), hlm. 59.
9 Syekh Abdul al Qadir al Jailani , op.cit, hlm. 165-166.
10 M. Quraish Shihab, Membumikan Al-Qur’an, (Bandung: PT. Mizan 2003), hlm. 343.
11 Sa’id bin Ali Wahf al-Qanthani, op.cit. hlm. 12.
12 Ibid, hlm. 15.
13   A.  Fagih Tarjono, Kumpulan Shalat Sunnah Utama dilengkapi Do’a  dan  Dzikir, (Semarang: CV. Wangsa Merta, 2000), hlm. 50.
14 Said bin Ali Wahf al-Qanthani, op. cit., hlm. 65
15 Ibid., hlm. 69.
16 Moh.   Sholeh,   Tahajjud   (Manfaat  Praktis   di   Tinjau   dari   Ilmu   Kedokteran), (Yogyakarta: PT. Pustaka Pelajar, 2003), hlm. 164.
17 Ibid, hlm. 165.
18 Sa’id bin Ali Wahf AL Qanthani , ibid, hlm. 20.
19 Sa’id bin Ali Wahf al-Qanthani, ibid. hlm. 45.
20 Abdul Manan bin Muhammad Sobari, Rahasia Shalat Sunnah (Bimbingan Lengkap dan Praktis), PT. (Bandung: PT. Pustaka Hidayah, 2003), hlm. 42.
21 Ustad Abdurrahman Ahmad, Himpunan Fadhilah Amal, (Yogyakarta: PT. Ash-Shaff,
2000), hlm. 273.
22 Imam Musbikin, Rahasia Shalat, (Yogyakarta: PT. Mitra Pustaka, 2003), hlm. 125.
23 Syamsu Yusuf, Farmatologi, (Yogyakarta: PT. Primayasa, 2000), hlm. 303.
24 Ibid. hlm. 126.
25 Ibid, 126.
26 Moh. Rifa’i, Risalah Tuntunan Shalat Lengkap, (Semarang,: PT. Karya Toha Putra,
1976), hlm. 87





Pantai Greweng Tempat Wisata Baru di Jogja

Pantai Greweng Tempat Wisata Baru di Jogja,- Menyambangi tempat wisata merupakan hal yang umum dilakukan oleh beberapa orang, terlebih lagi mereka membutuhkan ketenangan. Hal tersebut sering saya alami, merasa butuh nuansa baru untuk melepas rutinitas kuliah dan pekerjaan. Menjelang liburan akhir tahun 2013 saya mengunjungi beberapa tempat rekreasi di jogja, saya tertarik untuk menceritakan pengalaman yang saya alami ditempat tersebut. Ingat,,, di tempat wisata kita dapat menumpahkan segala apa yang ada dalam pikiran kita. hehehhe ini menurut saya.

Untuk memutuskan tempat wisata yang akan saya kunjungi, saya melakukan survey hingga beberapa kali. hal tersebut untuk membuktikan apakah tempat tersebut berpenghuni atau tidak. wkwkwkkw Setelah melakukan diaolog dengan beberapa teman, baik secara online dan offline kami memutuskan mengunjungi tempat wisata yang belum terjamah oleh manusia. Hati kami jatuh pada sebuah pantai yang dinamai Greweng. 

Lokasi tempat wisata Pantai Greweng di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kebupaten Gunung kidul. 


Pantai Greweng saya sebut sebagai tempat wisata baru di jogja dikarenakan pantai ini belum menjadi destinasi para pecinta alam, hal lain yang menjadi alasan saya adalah belum adanya penduduk yang menetap di sekitar pantai. Masyarakat di sana  menamai pantai Greweng, untuk menggambarkan kondisi pantai yang terdiri dari karang dan bebatuan yang tersusun secara alami. Sebagian warga juga menyebut dengan istilah batuan kera.

Tidak sulit untuk menemukan lokasi Pantai Greweng. anda hanya menempuh perjalanan 1 kilometer untuk sampai di hilir pantai. Meski begitu, dibutuhkan sedikit perjuangan untuk mancapainya. Pantai Greweng ini berdekatan dengan pantai Wediombo. Lokasi pantai Greweng yang berada di balik bukit terjal serta jalan setapak, tidak memungkinkan kendaraan bermotor masuk sampai di bibir pantai. Sy menyarankan untuk menitip kendaraan di parkiran pantai Wediombo. 

Lokasi Parkir Pantai Wediombo (sebelum ke pantai Greweng)
Lokasi Parkir Pantai Wediombo (sebelum ke pantai Greweng)
Kami tiba di pantai Greweng pukul 14.00. Sengaja datang di siang hari untuk mengambil beberapa gambar cantik hingga menjelang sore. Keringat yang bercucuran serta tenaga yang terkuras terasa hilang ketika sampai di bibir Pantai Greweng. Tidak sia-sia, ternyata ada hasilnya. Suara deburan ombak bak tsunami serta warna pantai kekuning-kuningan menyambut kami. Indah sekali, seakan tidak mampu berkata lagi. Kamera langsung di mainkan jangan sampai momen spesial ini terlewatkan.

Sebagai gambaran, Pantai Greweng diapit dua bukit yang tidak begitu besar. Di tengahnya terdapat batu karang. Ketiganya tampak indah, karena ketika matahari tenggelam, terlihat seakan-akan bersembunyi di balik bukit tersebut. Pantai greweng terdiri dari pasir yang putih dan bersih. sengat cocok dijadikan sebagai tempat berkemah. lokasi wisata ini masih bersih dari sampah dan terlihat sangat alami. hilir air yang datang dari bukit gunung merupakan tanda keeksotisan pantai ini.

Kawasan Pantai Greweng  membentang sepanjang 100 M, jadi jangan takut untuk mengeksplorasikan diri dengan pantai... ingat hanya anda yang ada di sana, jangan malu untuk berenang bahkan berjemur. hahahhahaha

Pantai Grewen dapat Dijadikan Sebagai Tempat Wisata Untuk Berfoto Ria

Menunggu Sunset sambil berfoto ria di pantai Greweng jogja
Menunggu Sunset sambil berfoto ria di pantai Greweng jogja
Masih subuh dah Narsis di Greweng
Masih subuh dah Narsis di Greweng
Suasana Siang hari di Pantai Greweng
Suasana Siang hari di Pantai Greweng
Kebayang kagak main ke Greweng
Kebayang kagak main ke Greweng
Indahnya Minum Kopi di pagi hari di Pantai Greweng Jogja
Indahnya Minum Kopi di pagi hari di Pantai Greweng Jogja
Menanak Nasi di Pantai Greweng Jogja
Menanak Nasi di Pantai Greweng Jogja
Bakar Ayam dan Ubi Cilembu di Pantai Greweng Jogja
Bakar Ayam dan Ubi Cilembu di Pantai Greweng Jogja
Sunset tampak keren di pantai Greweng Jogja
Sunset tampak keren di pantai Greweng Jogja
Membeli Ikan Panjo di Pantai Greweng Jogja
Membeli Ikan Panjo di Pantai Greweng Jogja

Mirisnya Melihat Politik Desaku

Pesta demokrasi di zaman modern ini tidak hanya kita rasakan di parlemen saja namun sudah menyeluruh hingga merambah ke semua lapisan masyarkat tidak terkecuali Pilkades Desa Bontomanai kec. bajeng Barat Kab Gowa. Pembangunan desa merupakan struktur politik paling rendah dalam bangunan politik nasional. meskipun demikian pembangunan desa termasuk memiliki peranan penting dalam menciptakan negara yang maju.

Pembangunan desa dalam menyosngsong kebangkitan negara memang sangat dirindukan beberapa masyarakat, terlebih lagi jika dapat menciptakan suasana yang adil, damai dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Tujuan mulia ini tidak sejalan dengan cita-cita negara maupun masyarakat sebagai pelaku politik. Hal ini terlihat dari kebiasaan di desa yang telah dibangun malah sedikit demi sedikit pudar dari tujuan pembangunan desa.

Politik memecah keharmonisan antar Warga BontomanaiBeberapa bulan sebelum mudik tahun lalu, diadakan pesta akbar di pedesaan. Ada beberapa calon yang tampil sebagai wakil desa, kesemuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. saya tidak akan menyoroti satu persatu wakil tersebut namun akan memberikan dampak dibalik pemilihan wakil rakyat ini. Salah satu dampak pilkades yang membuat saya prihatin adalah "berkurangnya rasa kekerabatan yang terjalin dengan warga".  Masing-masing memiliki figur yang diandalkan namun tidak sedikit dari mereka yang menjadikan figur tersebut sebagai perbedaan pendapat hingga memutus silaturrohim. baik itu dengan tetangga rumah, tetangga dusun, tetangga desa bahkan memutus silaturrohim dengan family sendiri. why??? jawabannya hanya mereka yang tau dan bagaimana harus menyikapi hal tersebut.


Di awal liburan, saya berkeinginan membuktikan perihal ketidakharmonisan tersebut. saya sengaja tidak mengendarai motor agar bisa menyapa warga. alhamdulillah semuanya masih menyapa, banyak di antara mereka yang menutursapa bahkan tidak sedikit dari mereka yang memuji saya "kamu semakin sejahtera di daerah rantau". hihiihi ternya barometer mereka hanya melihat bentuk fisik yang semakin melebar kesamping. ckckcck Saya belum memastikan sapaan mereka apakah hal tersebut merupakan kebiasaan mereka ataukah dikarenakan saya baru pulang dari perantauan. wallohu a'lam

Interaksi sosial semakin saya tingkatkan di hari-hari selanjutnya. hingga suatu saat saya mengikuti latihan sepak bola dan menyaksikan peristiwa yang tidak seharusnya disaksikan yaitu si A berpapasan dengan keluarga sendiri tanpa menoleh. jika di ibaratkan si A menghadap ke utara dan kelurganya menghadap ke timur. Naudzubillah 

Hal tersebut langsung saya tanyakan kepada teman. dengan  entengya dia berkata "korban politik desa". saya semakin penasaran hingga menanyakan kebeberapa kerabat namun jawabannya tetap sama.

Bermula dari mengadakan acara (Reunian) yang tidak dihadiri tatangga hingga beberapa tetangga yang tidak mengunjungi rumah setelah lebaran. merupakan bukti nyata akan kekhawatiran saya terhadap desa tercinta ini.

Jika melihat lembaran kegiatan yang pernah diadakan di rumah, tidak sedikit dari mereka yang ikut bercengkrama dengan keluarga dan teman-teman (saat reunian). Hingga kuliah di jurusan PAI UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) hal tersebut masih menjadi tradisi di desa saya. Namun semenjak pilkades tahun lalu hati kecil saya seakan berteriak "jangan biarkan keharmonisan desa menjadi korban politik".

Tulisan ini merupakan wujud kekhawatiran saya jika hal ini masih berlarut-larut hingga beberapa tahun kemudian. mudahan paragraf yang saya uraikan bisa di baca oleh pihak-pihak terkait hingga bisa mengoreksi diri bagaimana membangun sebuah kerukunan antarwarga tanpa terbuai dengan janji politik.

Kenekatan Menyambangi Tempat Wisata di Bandung


Hai teman teman backpacker dan travelista yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik. Musim liburan tingal mengitung hari, saya ingin membagi pengalaman jalan jalan di bandung beberapa bulan yang lalu yang masih terngiang-ngiang dalam benak saya. Alhasil saya menorehkan pengalamanku dalam tulisan yang anda baca saat ini. "Kota Kembang" begitulah kata yang familiar untuk kota ini, merupakan tempat wisata menyenangkan menurutku. Bandung yang tidak jauh dari ibu kota Jakarta memiliki banyak tempat indah yang layak untuk dikunjungi. Baik itu dari jejeran factory outlet yang membuat kita ngiler ataukah wisata alam yang memancarkan panorama cantik di beberapa tempat. Ada beberapa obyek wisata Bandung yang dapat kita nikmati seperti Cihampelas (pusat perbelanjaan jeans) Cibaduyut (pusat perbelanjaan tas dan sepatu), Tangkubang Perahu (merapi), Ciates (permandian air panas), Kawah Putih, Curug Dago, dan masih banyak lagi. silahkan googling.

Yang pertama yang akan saya ceritakan adalah keberangkatan menuju kota Bandung. Sebagai kota yang luas, perjalanan ke Bandung terbilang mudah kita jangkau. Dari semua sarana transportasi yang disediakan hanya fasilitas kapal yang tidak tersedia. Untuk terminal, kita bisa menggunakan terminal Cicaheum yang melayani kedatangan dari Jawa Tengah, Jawa Barat (Ciamis, Cirebon, Garut, Tasikmalaya) dan Jawa timur. Selain terminal Cicaheum kita bisa memaksimalkan terminal Leuwipanjang yang melayani kedatangan dari Jakarta atau luar Pulau Jawa. Bagi yang ingin menggunakan kereta, dapat menggunakan Stasiun Hall (kelas bisnis eksekutif) atau menggunakan kereta ekenomi dengan stasiun Kiara Condong sebagai tempat perlabuan terakhir. Bagi yang memiliki budget gede dan ingin cepat sampai tujuan dapat menggunakan sarana trasfortasi udara, tinggal bilang "kiri,,,,kiri" ke pilotnya akan diturunkan di bandara Husein Sastranegara. kakakakkak

Berhubung budget yang saya sediakan gede maka saya menggunakan transportasi kereta api menuju kota Bandung. Djogja-Bandung dengan biaya 55.000,- menurut saya mahal cos saya hanya mahasiswa jurusan Pai yang tidak dikirimi sango oleh orang tua.hihihi kehidupan perbulan pun saya tanggulangi dengan mengajar di pesantren muallimin selain itu saya mencari tambahan uang dengan monotize blog. jadi wajarlah kalo saya bilang mahal. hahahaha... pelit amat. ckckc

Menggunakan transportasi kereta api merupakan kali pertama semenjak merantau di pulau jawa. yaahhh namanya pengalaman pertama pasti ada kejadian-kejadian yang diluar kendali kita seperti ketinggalan hp, tidak membawa makanan, hingga petugas kereta berkumpul di gerbong saya. (saya akan ceritakan dipostingan saya selanjutnya). tau gak kenapa petugasnya berkumpul? apakah saya teroris? merampok? atau melakukan pelecehan seksual??? penasaran aja dulu. ckckckc


Kereta yang dulunyu belawutan seperti di atas, penumpang yang beresak-desakan, asap rokok yang mengepul di sana-sini, banyak kasus pencurian dapat kita hindari berkat kebijakan dari pemerintah setempat. namun yang menjadi PR bagi Dinas Perhubungan adalah mengurangi pedagang asongan di dalam kereta. Alhamdulillah Jakara sedikit lebih maju mengenai hal ini. 

Setelah menempuh perjalanan 8 hingga 9 jam akhirnya saya tiba di stasiun Kiara Condong pada pukul 23.45. Hal pertama yang saya cari adalah tempat untuk istirahat. Saya menanyakan keberapa orang tempat menginap yang mudah saya jangkau namun mereka menyarakan saya menuju kota terlebih dahulu. Awalnya saya berkeinginan menginap di salah satu rumah pemimpin ormas Islam kenalan saya, namun niat tersebut saya urungkan dikarenakan satu dan lain hal yang tidak bisa saya sebutkan.

Hotel Melati Papandaya merupakan hotel pertama yang saya kunjungi. Kamar yang tersedia hanya satu. setelah mengitari dan mengecek keadaan kamar beserta fasilitasnya maka saya meninggalkan hotel tersebut. Harganya yang cukup terjangkau 160rb untuk 3 plat membuat saya ingin menginap di hotel ini. namun melihat keadaanya yang memprihatinkan, lebih buruk dari kos-kosanku maka saya urungkan menyewanya. hehehe

Mengitari Bandung untuk mencari penginapan merupakan hal yang sulit bagi saya. terlebih lagi, ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di kota distro ini. untunglah sopir yang membawa saya termasuk dari jejeran sopir yang berbudi pekerti baek. dengan santunya dia menuntun saya mencari tempat istirahat. alhasil,,,saya mendapatkan sebuah hotel yang beralamatkan di jalan Kembang Sepatu hotel Amanda Garut. walaupun harganya tidak semurah di Jogja tp lumayanlah untuk menghilangkan rasa lelah. 80rb untuk 2 plat merupakan harga yang terjangkau menurut saya. tempatnya pun masih lebih bagus dari hotel yang pertama saya datangi. alhamdulillah akhirnya bisa tidur dengan tenang.ckckckckc

Setelah menikmati sarapan pagi di hotel tesebut, saya mulai menyambangi kota bandung. yang pertama yang saya kunjungi adalah alun-alun dan mesjid agung. Jarak dari hotel ke kota dapat ditempuh menggunakan mobil preman biaya angkotnya pun relatif masih murah (3rb). Mobil preman begitulah penyebutan angkot yang satu ini. awalnya saya berpikiran mobil tersebut mirip mobil jet yang sering dikendarai preman-preman dalam sebuah Film namun ternyata hanya sebuah nama. 

Tak banyak yang saya lakukan di alun-alun kota Bandung, mengitari mesjid agung, mengambil kenang-kenangan berupa gambar dan beberapa lembar baju kaos, memasuki plaza Parahyangan hingga makan Batagor. hahhahaha

Puas berfoto ria di sekitar alun-alun dan pekarangan mesjid agung. saya melanjutkan perjalanan menuju Cihampelas (pusat perbelanjaan jeans). Cihampelas dapat kita tempuh menggunakan mobil arah Dagoo. anda cukup berjalan kaki dari plaza Parahyangan ke selatan hingga pertigaan. dari pertigaan inilah anda menaiki angkot yang mengarah ke Dago. perbelanjaan jeans di cihampelas agak mirip dengan Perbelanjaan batik Malioboro Jogja. Saya menghabisan waktu hingga 2 jam untuk mencari oleh-oleh. yang membuat saya ketawa hingga terjingkrak-jingkrak makan peuyeum (Makassar: poteng) saat kehujanan. Melihat hujan yang tidak kunjung reda maka saya dan teman-teman berinisiatif menggunakan taksi ke terminal Leuwipanjang untuk melanjutkan perjalanan ke kota Bogor. selamat tinggal kota Bandung...

Ketika meninggalkan kota Bandung ada rasa sedih karena tidak tahu kapan lagi bersua dengan kota kembang ini. saya belum mengunjungi tempat wisata bandung utara seperti tangkubang perahu saat itu pengunjung dilarang memasuki kawasan gunung hingga 5 km (Status Waspada), Ciates, Kawah Putih, dll namun saya tersenyum geli mengingat-ingat kejadian yang saya alami. mulai dari ketinggalan hp, menarik perhatian petugas kereta api, gonta-ganti kereta, mencari penginapan yang tak kunjung dapat, keinganan makan nasi tutu uncom yang belum tergapai, hingga kehujanan di daerah cihampelas. Semuanya itu merupakan pengalaman yang sulit saya lupakan. hanya sebuah bukti fisik yang membuat saya tertawa terbahak-bahak.

Sebenarnya saya mengunjungi kota bandung dengan beberapa teman. namun dengan alasan privasi dan takut anda iri dengan saya. maka saya tidak menyebutkan tokoh-tokoh yang menemani saya. hahaha tunggu kelanjutan backpacker saya di kota Hujan (kota Bogor). Perlu anda ketahui tempat wisata bandung dan bogor tidak jauh berbeda dengan tempat wisata di yogyakarta.

Seharusnya saya tidak kuliah di Jurusan PAI

Perkenalkan nama saya akbar Ilyas, ayah dan ibu melahirkan saya di kota tercinta yaitu ujung pandang (makassar), bertepatan pada tanggal 01 januari 1989. Jadi bisa di katakan umur saya sekarang menginjak 24 tahun. Alhamdullah allah masih memberikan kesempatan hidup sampai sekarang, dan saya berharap bisa hidup terus sampai di pertemukan dengan kekasih tercinta untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah nantinya,,, amin.

Doakan juga, semoga saya bisa keliling keluar negri, karena itu adalah cita2 saya selama ini. Belajar dan mencari ilmu di sana, sebagai mana pepatah mengatakan bercita-citalah setinggi langit, carilah ilmu sampai ujung dunia, sampai engkau bosan dengan dunia dan akhirnya meninggal dengan khusnul khotimah.

Masuk dunia kampus atau bangku kuliah adalah suatu hal yang tidak saya sengaja selama ini,,, karena dulu saya hanya berfikir bagaimana bisa membahagiakan kedua orang tuaku, terutama ibu saya, dan itu tidak harus melalui bangku kuliah. Akan tetapi teman-teman, kepala sekolah, keluarga dan kerabat semuanya mendukung dan mendorong saya untuk belajar lagi ke jenjang yang lebih tinggi,,, dengan penuh lika liku dan cobaan, juga dihadapkan dengan beberapa pilihan dan kampuas, dan akhirnya ketemulah saya dengan kampus tercinta ini, yaitu Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) sederajat dengan d3 dan melanjutkan di universitas muhammadiyah Yogyakarta untuk menyelesaikan Strata satu (s1). Mungkin saya di takdirkan untuk bertemu teman yang denganya bisa merasakan kehidupan asrama dan kos-kosan….

Dari awal memang tidak terfikir untuk masuk kuliiah,,, maka jurusan apapun yang harus di ambil belum terfikir sebelumnya. Akan tetapi allah mentakdirkan saya untuk kuliah. Dan akhirnya terdampar di Agama islam, tepatnya jurusan pendidikan agama islam…hihihihi

Jujur saja, kalau ditanya kenapa pilih jurusan PAI (Pendidikan Agama Islam)??? Hati kecil saya menjawab bukan itu seharusnya,,, saya suka orang yg berpakaian rapi, membawa koper, dan jas pergi ke kantor,,,, mungkin itu lebih ke jurusan ekonomi atau perkantoran. Dan saya juga suka berolahraga, futsal, sepak bola, takrow (walaupun saya tidak mahir),, dan itu mungkin ke jurusan olahraga. atau mungkin kebiasaan saya menekuni internet marketing atau bisnis ya minimal masuk pemprograman/IT. atau mungkin saya lebih enjoy jika masuk ke dunia kesehatan cos senang membantu orang. nah kalo jurusan PAI ni yang saya takutkan malah membentuk peserta didik yang jauh dari ajaran agam atau norma yang berlaku di masyarakat.




"Nasi sudah menjadi bubur" biar bubur itu menjadi enak dan lezat maka tugas saya adalah membumbui, meracik, dan menambahinya dengan sedikit gula. Biarlah saya masuk di jurusan PAI ini, toh bagus juga dan tidak ada salahnya saya mencoba mendalami dan memperlajarinya. Dan ternyata banyak pengalaman yang tidak bisa digambarkan secara keseluruhan. terlebih lagi selama menempuh kuliah sy termasuk mahasiswa yang tidak dikenakan biaya perkuliahn.

Dari jurusan PAI ini sya tahu bagaimana seharusnya menjadi guru yang baik, memberi pelajaran yang baik, menyusun kurikulum yang baik untuk anak- anak didik kita. Termasuk bagaimanakah seharusnya pendidikan itu di bawa ke masa depan yang lebih baik. dan seharusnya itulah yang harus di fikirkan oleh calon-calon guru di masa depan, yakni membawa anak-anak menjadi peserta didik yang bermoral, berkarakter, dan berilmu. Pendidikan sedikit lebih keras akan tetapi menghasilkan alumni2 yang tangguh itu lebih baik, daripada pendidikan tanpa kekerasan tetapi menghasilkan alumni yang lebay dan lemah seperti sekarang ini.
                                              
Anyway buat teman-teman yang mengalami hal serupa dengan saya, jangan pesimis dan putus asa! banyak yang kurang beruntung dari kita. karenanya mari kita syukuri keadaan kita sekarang.