Pantai Greweng Tempat Wisata Baru di Jogja

Pantai Greweng Tempat Wisata Baru di Jogja,- Menyambangi tempat wisata merupakan hal yang umum dilakukan oleh beberapa orang, terlebih lagi mereka membutuhkan ketenangan. Hal tersebut sering saya alami, merasa butuh nuansa baru untuk melepas rutinitas kuliah dan pekerjaan. Menjelang liburan akhir tahun 2013 saya mengunjungi beberapa tempat rekreasi di jogja, saya tertarik untuk menceritakan pengalaman yang saya alami ditempat tersebut. Ingat,,, di tempat wisata kita dapat menumpahkan segala apa yang ada dalam pikiran kita. hehehhe ini menurut saya.

Untuk memutuskan tempat wisata yang akan saya kunjungi, saya melakukan survey hingga beberapa kali. hal tersebut untuk membuktikan apakah tempat tersebut berpenghuni atau tidak. wkwkwkkw Setelah melakukan diaolog dengan beberapa teman, baik secara online dan offline kami memutuskan mengunjungi tempat wisata yang belum terjamah oleh manusia. Hati kami jatuh pada sebuah pantai yang dinamai Greweng. 

Lokasi tempat wisata Pantai Greweng di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kebupaten Gunung kidul. 


Pantai Greweng saya sebut sebagai tempat wisata baru di jogja dikarenakan pantai ini belum menjadi destinasi para pecinta alam, hal lain yang menjadi alasan saya adalah belum adanya penduduk yang menetap di sekitar pantai. Masyarakat di sana  menamai pantai Greweng, untuk menggambarkan kondisi pantai yang terdiri dari karang dan bebatuan yang tersusun secara alami. Sebagian warga juga menyebut dengan istilah batuan kera.

Tidak sulit untuk menemukan lokasi Pantai Greweng. anda hanya menempuh perjalanan 1 kilometer untuk sampai di hilir pantai. Meski begitu, dibutuhkan sedikit perjuangan untuk mancapainya. Pantai Greweng ini berdekatan dengan pantai Wediombo. Lokasi pantai Greweng yang berada di balik bukit terjal serta jalan setapak, tidak memungkinkan kendaraan bermotor masuk sampai di bibir pantai. Sy menyarankan untuk menitip kendaraan di parkiran pantai Wediombo. 

Lokasi Parkir Pantai Wediombo (sebelum ke pantai Greweng)
Lokasi Parkir Pantai Wediombo (sebelum ke pantai Greweng)
Kami tiba di pantai Greweng pukul 14.00. Sengaja datang di siang hari untuk mengambil beberapa gambar cantik hingga menjelang sore. Keringat yang bercucuran serta tenaga yang terkuras terasa hilang ketika sampai di bibir Pantai Greweng. Tidak sia-sia, ternyata ada hasilnya. Suara deburan ombak bak tsunami serta warna pantai kekuning-kuningan menyambut kami. Indah sekali, seakan tidak mampu berkata lagi. Kamera langsung di mainkan jangan sampai momen spesial ini terlewatkan.

Sebagai gambaran, Pantai Greweng diapit dua bukit yang tidak begitu besar. Di tengahnya terdapat batu karang. Ketiganya tampak indah, karena ketika matahari tenggelam, terlihat seakan-akan bersembunyi di balik bukit tersebut. Pantai greweng terdiri dari pasir yang putih dan bersih. sengat cocok dijadikan sebagai tempat berkemah. lokasi wisata ini masih bersih dari sampah dan terlihat sangat alami. hilir air yang datang dari bukit gunung merupakan tanda keeksotisan pantai ini.

Kawasan Pantai Greweng  membentang sepanjang 100 M, jadi jangan takut untuk mengeksplorasikan diri dengan pantai... ingat hanya anda yang ada di sana, jangan malu untuk berenang bahkan berjemur. hahahhahaha

Pantai Grewen dapat Dijadikan Sebagai Tempat Wisata Untuk Berfoto Ria

Menunggu Sunset sambil berfoto ria di pantai Greweng jogja
Menunggu Sunset sambil berfoto ria di pantai Greweng jogja
Masih subuh dah Narsis di Greweng
Masih subuh dah Narsis di Greweng
Suasana Siang hari di Pantai Greweng
Suasana Siang hari di Pantai Greweng
Kebayang kagak main ke Greweng
Kebayang kagak main ke Greweng
Indahnya Minum Kopi di pagi hari di Pantai Greweng Jogja
Indahnya Minum Kopi di pagi hari di Pantai Greweng Jogja
Menanak Nasi di Pantai Greweng Jogja
Menanak Nasi di Pantai Greweng Jogja
Bakar Ayam dan Ubi Cilembu di Pantai Greweng Jogja
Bakar Ayam dan Ubi Cilembu di Pantai Greweng Jogja
Sunset tampak keren di pantai Greweng Jogja
Sunset tampak keren di pantai Greweng Jogja
Membeli Ikan Panjo di Pantai Greweng Jogja
Membeli Ikan Panjo di Pantai Greweng Jogja

Mirisnya Melihat Politik Desaku

Pesta demokrasi di zaman modern ini tidak hanya kita rasakan di parlemen saja namun sudah menyeluruh hingga merambah ke semua lapisan masyarkat tidak terkecuali Pilkades Desa Bontomanai kec. bajeng Barat Kab Gowa. Pembangunan desa merupakan struktur politik paling rendah dalam bangunan politik nasional. meskipun demikian pembangunan desa termasuk memiliki peranan penting dalam menciptakan negara yang maju.

Pembangunan desa dalam menyosngsong kebangkitan negara memang sangat dirindukan beberapa masyarakat, terlebih lagi jika dapat menciptakan suasana yang adil, damai dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Tujuan mulia ini tidak sejalan dengan cita-cita negara maupun masyarakat sebagai pelaku politik. Hal ini terlihat dari kebiasaan di desa yang telah dibangun malah sedikit demi sedikit pudar dari tujuan pembangunan desa.

Politik memecah keharmonisan antar Warga BontomanaiBeberapa bulan sebelum mudik tahun lalu, diadakan pesta akbar di pedesaan. Ada beberapa calon yang tampil sebagai wakil desa, kesemuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. saya tidak akan menyoroti satu persatu wakil tersebut namun akan memberikan dampak dibalik pemilihan wakil rakyat ini. Salah satu dampak pilkades yang membuat saya prihatin adalah "berkurangnya rasa kekerabatan yang terjalin dengan warga".  Masing-masing memiliki figur yang diandalkan namun tidak sedikit dari mereka yang menjadikan figur tersebut sebagai perbedaan pendapat hingga memutus silaturrohim. baik itu dengan tetangga rumah, tetangga dusun, tetangga desa bahkan memutus silaturrohim dengan family sendiri. why??? jawabannya hanya mereka yang tau dan bagaimana harus menyikapi hal tersebut.


Di awal liburan, saya berkeinginan membuktikan perihal ketidakharmonisan tersebut. saya sengaja tidak mengendarai motor agar bisa menyapa warga. alhamdulillah semuanya masih menyapa, banyak di antara mereka yang menutursapa bahkan tidak sedikit dari mereka yang memuji saya "kamu semakin sejahtera di daerah rantau". hihiihi ternya barometer mereka hanya melihat bentuk fisik yang semakin melebar kesamping. ckckcck Saya belum memastikan sapaan mereka apakah hal tersebut merupakan kebiasaan mereka ataukah dikarenakan saya baru pulang dari perantauan. wallohu a'lam

Interaksi sosial semakin saya tingkatkan di hari-hari selanjutnya. hingga suatu saat saya mengikuti latihan sepak bola dan menyaksikan peristiwa yang tidak seharusnya disaksikan yaitu si A berpapasan dengan keluarga sendiri tanpa menoleh. jika di ibaratkan si A menghadap ke utara dan kelurganya menghadap ke timur. Naudzubillah 

Hal tersebut langsung saya tanyakan kepada teman. dengan  entengya dia berkata "korban politik desa". saya semakin penasaran hingga menanyakan kebeberapa kerabat namun jawabannya tetap sama.

Bermula dari mengadakan acara (Reunian) yang tidak dihadiri tatangga hingga beberapa tetangga yang tidak mengunjungi rumah setelah lebaran. merupakan bukti nyata akan kekhawatiran saya terhadap desa tercinta ini.

Jika melihat lembaran kegiatan yang pernah diadakan di rumah, tidak sedikit dari mereka yang ikut bercengkrama dengan keluarga dan teman-teman (saat reunian). Hingga kuliah di jurusan PAI UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) hal tersebut masih menjadi tradisi di desa saya. Namun semenjak pilkades tahun lalu hati kecil saya seakan berteriak "jangan biarkan keharmonisan desa menjadi korban politik".

Tulisan ini merupakan wujud kekhawatiran saya jika hal ini masih berlarut-larut hingga beberapa tahun kemudian. mudahan paragraf yang saya uraikan bisa di baca oleh pihak-pihak terkait hingga bisa mengoreksi diri bagaimana membangun sebuah kerukunan antarwarga tanpa terbuai dengan janji politik.

Kenekatan Menyambangi Tempat Wisata di Bandung


Hai teman teman backpacker dan travelista yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik. Musim liburan tingal mengitung hari, saya ingin membagi pengalaman jalan jalan di bandung beberapa bulan yang lalu yang masih terngiang-ngiang dalam benak saya. Alhasil saya menorehkan pengalamanku dalam tulisan yang anda baca saat ini. "Kota Kembang" begitulah kata yang familiar untuk kota ini, merupakan tempat wisata menyenangkan menurutku. Bandung yang tidak jauh dari ibu kota Jakarta memiliki banyak tempat indah yang layak untuk dikunjungi. Baik itu dari jejeran factory outlet yang membuat kita ngiler ataukah wisata alam yang memancarkan panorama cantik di beberapa tempat. Ada beberapa obyek wisata Bandung yang dapat kita nikmati seperti Cihampelas (pusat perbelanjaan jeans) Cibaduyut (pusat perbelanjaan tas dan sepatu), Tangkubang Perahu (merapi), Ciates (permandian air panas), Kawah Putih, Curug Dago, dan masih banyak lagi. silahkan googling.

Yang pertama yang akan saya ceritakan adalah keberangkatan menuju kota Bandung. Sebagai kota yang luas, perjalanan ke Bandung terbilang mudah kita jangkau. Dari semua sarana transportasi yang disediakan hanya fasilitas kapal yang tidak tersedia. Untuk terminal, kita bisa menggunakan terminal Cicaheum yang melayani kedatangan dari Jawa Tengah, Jawa Barat (Ciamis, Cirebon, Garut, Tasikmalaya) dan Jawa timur. Selain terminal Cicaheum kita bisa memaksimalkan terminal Leuwipanjang yang melayani kedatangan dari Jakarta atau luar Pulau Jawa. Bagi yang ingin menggunakan kereta, dapat menggunakan Stasiun Hall (kelas bisnis eksekutif) atau menggunakan kereta ekenomi dengan stasiun Kiara Condong sebagai tempat perlabuan terakhir. Bagi yang memiliki budget gede dan ingin cepat sampai tujuan dapat menggunakan sarana trasfortasi udara, tinggal bilang "kiri,,,,kiri" ke pilotnya akan diturunkan di bandara Husein Sastranegara. kakakakkak

Berhubung budget yang saya sediakan gede maka saya menggunakan transportasi kereta api menuju kota Bandung. Djogja-Bandung dengan biaya 55.000,- menurut saya mahal cos saya hanya mahasiswa jurusan Pai yang tidak dikirimi sango oleh orang tua.hihihi kehidupan perbulan pun saya tanggulangi dengan mengajar di pesantren muallimin selain itu saya mencari tambahan uang dengan monotize blog. jadi wajarlah kalo saya bilang mahal. hahahaha... pelit amat. ckckc

Menggunakan transportasi kereta api merupakan kali pertama semenjak merantau di pulau jawa. yaahhh namanya pengalaman pertama pasti ada kejadian-kejadian yang diluar kendali kita seperti ketinggalan hp, tidak membawa makanan, hingga petugas kereta berkumpul di gerbong saya. (saya akan ceritakan dipostingan saya selanjutnya). tau gak kenapa petugasnya berkumpul? apakah saya teroris? merampok? atau melakukan pelecehan seksual??? penasaran aja dulu. ckckckc


Kereta yang dulunyu belawutan seperti di atas, penumpang yang beresak-desakan, asap rokok yang mengepul di sana-sini, banyak kasus pencurian dapat kita hindari berkat kebijakan dari pemerintah setempat. namun yang menjadi PR bagi Dinas Perhubungan adalah mengurangi pedagang asongan di dalam kereta. Alhamdulillah Jakara sedikit lebih maju mengenai hal ini. 

Setelah menempuh perjalanan 8 hingga 9 jam akhirnya saya tiba di stasiun Kiara Condong pada pukul 23.45. Hal pertama yang saya cari adalah tempat untuk istirahat. Saya menanyakan keberapa orang tempat menginap yang mudah saya jangkau namun mereka menyarakan saya menuju kota terlebih dahulu. Awalnya saya berkeinginan menginap di salah satu rumah pemimpin ormas Islam kenalan saya, namun niat tersebut saya urungkan dikarenakan satu dan lain hal yang tidak bisa saya sebutkan.

Hotel Melati Papandaya merupakan hotel pertama yang saya kunjungi. Kamar yang tersedia hanya satu. setelah mengitari dan mengecek keadaan kamar beserta fasilitasnya maka saya meninggalkan hotel tersebut. Harganya yang cukup terjangkau 160rb untuk 3 plat membuat saya ingin menginap di hotel ini. namun melihat keadaanya yang memprihatinkan, lebih buruk dari kos-kosanku maka saya urungkan menyewanya. hehehe

Mengitari Bandung untuk mencari penginapan merupakan hal yang sulit bagi saya. terlebih lagi, ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di kota distro ini. untunglah sopir yang membawa saya termasuk dari jejeran sopir yang berbudi pekerti baek. dengan santunya dia menuntun saya mencari tempat istirahat. alhasil,,,saya mendapatkan sebuah hotel yang beralamatkan di jalan Kembang Sepatu hotel Amanda Garut. walaupun harganya tidak semurah di Jogja tp lumayanlah untuk menghilangkan rasa lelah. 80rb untuk 2 plat merupakan harga yang terjangkau menurut saya. tempatnya pun masih lebih bagus dari hotel yang pertama saya datangi. alhamdulillah akhirnya bisa tidur dengan tenang.ckckckckc

Setelah menikmati sarapan pagi di hotel tesebut, saya mulai menyambangi kota bandung. yang pertama yang saya kunjungi adalah alun-alun dan mesjid agung. Jarak dari hotel ke kota dapat ditempuh menggunakan mobil preman biaya angkotnya pun relatif masih murah (3rb). Mobil preman begitulah penyebutan angkot yang satu ini. awalnya saya berpikiran mobil tersebut mirip mobil jet yang sering dikendarai preman-preman dalam sebuah Film namun ternyata hanya sebuah nama. 

Tak banyak yang saya lakukan di alun-alun kota Bandung, mengitari mesjid agung, mengambil kenang-kenangan berupa gambar dan beberapa lembar baju kaos, memasuki plaza Parahyangan hingga makan Batagor. hahhahaha

Puas berfoto ria di sekitar alun-alun dan pekarangan mesjid agung. saya melanjutkan perjalanan menuju Cihampelas (pusat perbelanjaan jeans). Cihampelas dapat kita tempuh menggunakan mobil arah Dagoo. anda cukup berjalan kaki dari plaza Parahyangan ke selatan hingga pertigaan. dari pertigaan inilah anda menaiki angkot yang mengarah ke Dago. perbelanjaan jeans di cihampelas agak mirip dengan Perbelanjaan batik Malioboro Jogja. Saya menghabisan waktu hingga 2 jam untuk mencari oleh-oleh. yang membuat saya ketawa hingga terjingkrak-jingkrak makan peuyeum (Makassar: poteng) saat kehujanan. Melihat hujan yang tidak kunjung reda maka saya dan teman-teman berinisiatif menggunakan taksi ke terminal Leuwipanjang untuk melanjutkan perjalanan ke kota Bogor. selamat tinggal kota Bandung...

Ketika meninggalkan kota Bandung ada rasa sedih karena tidak tahu kapan lagi bersua dengan kota kembang ini. saya belum mengunjungi tempat wisata bandung utara seperti tangkubang perahu saat itu pengunjung dilarang memasuki kawasan gunung hingga 5 km (Status Waspada), Ciates, Kawah Putih, dll namun saya tersenyum geli mengingat-ingat kejadian yang saya alami. mulai dari ketinggalan hp, menarik perhatian petugas kereta api, gonta-ganti kereta, mencari penginapan yang tak kunjung dapat, keinganan makan nasi tutu uncom yang belum tergapai, hingga kehujanan di daerah cihampelas. Semuanya itu merupakan pengalaman yang sulit saya lupakan. hanya sebuah bukti fisik yang membuat saya tertawa terbahak-bahak.

Sebenarnya saya mengunjungi kota bandung dengan beberapa teman. namun dengan alasan privasi dan takut anda iri dengan saya. maka saya tidak menyebutkan tokoh-tokoh yang menemani saya. hahaha tunggu kelanjutan backpacker saya di kota Hujan (kota Bogor). Perlu anda ketahui tempat wisata bandung dan bogor tidak jauh berbeda dengan tempat wisata di yogyakarta.

Seharusnya saya tidak kuliah di Jurusan PAI

Perkenalkan nama saya akbar Ilyas, ayah dan ibu melahirkan saya di kota tercinta yaitu ujung pandang (makassar), bertepatan pada tanggal 01 januari 1989. Jadi bisa di katakan umur saya sekarang menginjak 24 tahun. Alhamdullah allah masih memberikan kesempatan hidup sampai sekarang, dan saya berharap bisa hidup terus sampai di pertemukan dengan kekasih tercinta untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah nantinya,,, amin.

Doakan juga, semoga saya bisa keliling keluar negri, karena itu adalah cita2 saya selama ini. Belajar dan mencari ilmu di sana, sebagai mana pepatah mengatakan bercita-citalah setinggi langit, carilah ilmu sampai ujung dunia, sampai engkau bosan dengan dunia dan akhirnya meninggal dengan khusnul khotimah.

Masuk dunia kampus atau bangku kuliah adalah suatu hal yang tidak saya sengaja selama ini,,, karena dulu saya hanya berfikir bagaimana bisa membahagiakan kedua orang tuaku, terutama ibu saya, dan itu tidak harus melalui bangku kuliah. Akan tetapi teman-teman, kepala sekolah, keluarga dan kerabat semuanya mendukung dan mendorong saya untuk belajar lagi ke jenjang yang lebih tinggi,,, dengan penuh lika liku dan cobaan, juga dihadapkan dengan beberapa pilihan dan kampuas, dan akhirnya ketemulah saya dengan kampus tercinta ini, yaitu Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) sederajat dengan d3 dan melanjutkan di universitas muhammadiyah Yogyakarta untuk menyelesaikan Strata satu (s1). Mungkin saya di takdirkan untuk bertemu teman yang denganya bisa merasakan kehidupan asrama dan kos-kosan….

Dari awal memang tidak terfikir untuk masuk kuliiah,,, maka jurusan apapun yang harus di ambil belum terfikir sebelumnya. Akan tetapi allah mentakdirkan saya untuk kuliah. Dan akhirnya terdampar di Agama islam, tepatnya jurusan pendidikan agama islam…hihihihi

Jujur saja, kalau ditanya kenapa pilih jurusan PAI (Pendidikan Agama Islam)??? Hati kecil saya menjawab bukan itu seharusnya,,, saya suka orang yg berpakaian rapi, membawa koper, dan jas pergi ke kantor,,,, mungkin itu lebih ke jurusan ekonomi atau perkantoran. Dan saya juga suka berolahraga, futsal, sepak bola, takrow (walaupun saya tidak mahir),, dan itu mungkin ke jurusan olahraga. atau mungkin kebiasaan saya menekuni internet marketing atau bisnis ya minimal masuk pemprograman/IT. atau mungkin saya lebih enjoy jika masuk ke dunia kesehatan cos senang membantu orang. nah kalo jurusan PAI ni yang saya takutkan malah membentuk peserta didik yang jauh dari ajaran agam atau norma yang berlaku di masyarakat.




"Nasi sudah menjadi bubur" biar bubur itu menjadi enak dan lezat maka tugas saya adalah membumbui, meracik, dan menambahinya dengan sedikit gula. Biarlah saya masuk di jurusan PAI ini, toh bagus juga dan tidak ada salahnya saya mencoba mendalami dan memperlajarinya. Dan ternyata banyak pengalaman yang tidak bisa digambarkan secara keseluruhan. terlebih lagi selama menempuh kuliah sy termasuk mahasiswa yang tidak dikenakan biaya perkuliahn.

Dari jurusan PAI ini sya tahu bagaimana seharusnya menjadi guru yang baik, memberi pelajaran yang baik, menyusun kurikulum yang baik untuk anak- anak didik kita. Termasuk bagaimanakah seharusnya pendidikan itu di bawa ke masa depan yang lebih baik. dan seharusnya itulah yang harus di fikirkan oleh calon-calon guru di masa depan, yakni membawa anak-anak menjadi peserta didik yang bermoral, berkarakter, dan berilmu. Pendidikan sedikit lebih keras akan tetapi menghasilkan alumni2 yang tangguh itu lebih baik, daripada pendidikan tanpa kekerasan tetapi menghasilkan alumni yang lebay dan lemah seperti sekarang ini.
                                              
Anyway buat teman-teman yang mengalami hal serupa dengan saya, jangan pesimis dan putus asa! banyak yang kurang beruntung dari kita. karenanya mari kita syukuri keadaan kita sekarang.

Referensi Coto dan Kuliner khas Makassar di Jogja

Jika anda termasuk penggila kuliner khas makassar maka langkah anda sudah tepat jika mampir di blog ini. iya kebetulan saya termasuk dari jajaran pecinta masakan makassar.:p tidak perlu jauh-jauh terbang ke Makassar untuk menikmati cita rasa makanan Makassar. di Jogja pun ada banyak warung yang menyediakan kuliner khusus kota Daeng ini. 
Apa yang saya akan infokan disini merupkan jejeran warung yang pernah saya singgahi. jadi menurut saya inilah beberapa tempat yang layak dan saya rekomendasikan untuk dikunjungi dan memanjakan lidah anda. salah satu masakan yang paling banyak diminati oleh mahasiswa asal sulawesi adalah kuliner khas coto Makassar (baca: Coto Makassar)

Coto Makassar Lacapila Kota Baru

Menurut saya inilah coto terenak yang ada di kota Gudek ini. coto Makassar yang terletak di Kota Baru ini buka dari jam 10 hingga jam 4 sore. warung ini termasuk dari salah satu warung Makassar terlaris di Jogja. jika anda tidak ingin kehabisan maka datanglah di jam-jam awal  karena  terkadang sebelum jam 4 sore persediaanya sudah habis. 
Selain coto Makassar, warung ini menyediakan es Pisang Ijo yang menjadi pelengkap dari menu ini. Pisang Ijo merupkanan minuman berisi pisang yang dibalut dengan tepung berwarna hijau yang diberi es dan kuah syirup santan dengan bubur sumsum.


Referensi Coto dan Kuliner khas Makassar di Jogja

Ada beberapa makanan yang pernah saya cicipi di warung ini seperti Es Pallubutung, Barongko, Jalangkote hingga Bikandoang ala Makassar. :p

Coto Makassar ini terletak di jl Krasak no 5 Kota Baru. Dari arah Malioboro anda menuju ke arah stasiun Kridosono hingga anda mendapati jalan Abu Bakar Ali, di jalan ini ada sebuah gereja yang diberi nama Katolik St Antonuis. Nah di dapan gereja ini ada jalan Krasak, sekitar 200 meter anda akan menemukan warung ini. jika anda kesulitan, di gereja ini anda hanya menanyakan asrama mahasiswa Provinsi Sulawesi Selatan (wisma Bawa Karaeng). 

Kuliner Khas Makassar Kedai Losari Kaliurang


Satu lagi pilihan makanan khas Makassar yang ada di kota Jogja yaitu Kedai Losari. Menurut saya Kedai Losari ini hampir mirip dangan yang ada di Kota Baru. Namun tempat ini lebih istimewa, karena lebih lengkap dari tempat pertama. di warung Makassar ini anda akan mendapatkan menu seperti ikan bakar, Pallumara, Sop Konro, Es Teller, Sop Saudara dan tentunya Coto Makassar dan Pisang Ijo. Tempat inipun terbuka hingga malam.

Kedai losari ini terletak di jl kaliurang km 6.8 di depan Square net. waktu kuliah tempat ini menjadi favorit saya karena pelayannya yang cantik . huahahahah

Sebenarnya saya pernah mengunjungi beberapa kuliner khas makassar di kota ini, ada sekitar 6 tempat namun yang pas dengan selera saya, hanya kedua warung ini. Dan menurut saya inilah tempat yang tidak sepi dengan pengunjung.

Untuk ketiga Kalinya dia Hadir dalam Mimpi saya

Saya tidak tau ingin memulai dari mana, hanya selang dua hari saya memimpikannya lagi, sungguh peristiwa yang tidak dapat saya hindari. dengan nuansa yang berbeda mimpi denganya terualang lagi (baca: mimpi menikah ). 

Saya tidak habis pikir "saya memimpikanya hingga 3 kali" padahal menjelang tidur saya tidak mengingat namanya.... malam harinya pun saya meladeni beberapa wanita untuk smsan tapi tidak denganya. apakah ini pertanda baik atau buruk????. wallohu a'lam semoga aja baik. amiin

Saya tiba-tiba tersadar dalam sebuah pengajian menganai menyikapi makhluk halus seputar jin dan setan. diskusinya berlangsung alot hingga pemateri menantang semua jamaah untuk melihat makhluk halus. setelah semua jamaah di kelompokkan berdasarkan tingkat pemahamanya maka pemanggilanya pun dimulai.

Untuk ketiga Kalinya dia Hadir dalam Mimpi saya

adegan yang membuat saya kaget, ketika pemateri memanggil makhlus khalus tersebut, tiba-tiba si do'i ada disamping saya dan menggenggam tangan saya seraya berkata "takut,, jangan jauh-jauh dari saya" saya memutar otak "kok bisa disamping saya padahal td kan tdak satu kelompok" suara azan membangunkan saya dari mimpi ini. 

Mimpi sedang mengikuti pengajian jin dan setan mungkin ada kaitanya dengan peristiwa yang saya alami sebelum tidur. Sebelum istirahat, kemarin malam saya mengikuti pengajian yang di hadiri oleh musyrif, pamong, guru bk dan pimpinan di madrasah muallimin jogja. pengajiannya pun membahas seputar jin dan cara meruqyah orang yang kemasukan jin. berbeda dengan si do'i yang tiba-tiba muncul di mimpi saya. 

Mudah-mudahan kejadian yang saya alami berdampak baik bagi saya dan si do'i. aminn

apakah arti mimpi ini maumiki menikah???

Sekitar pukul 3.30 saya terbangun dari tidur,,, sekilas saya mengingat apa yang barusan saya alami... untuk kedua kalinya dia hadir dalam mimpi saya, seorang yang ingin saya miliki, tepatnya ingin dijadikan sebagai pendamping hidup. mungkin tulisan ini lebay tapi emang begini adanya, cerita indah yang terurai dalam tidur saya.

Belakangan ini saya berusaha melupakan beberapa peristiwa yang saya alami denganya. ada banyak kenangan; dinner biasa, mengantarnya ke suatu tempat, hingga peristiwa yang sulit saya lupakan (baca: apakah saya galau) namun usaha tersebut selalu terkendala dengan beberapa aktivitas yang selalu menyeret kenangan dengannya, terlebih lagi dia memberikan "sesuatu" yang menghiasi keseharian saya. saya bingung mau ngucapin alhamdulillah ataukah masyaallah. kedua kata tersebt saya ucapkan dan selalu menantikan realisasinya. amiin

Mimpi yang saya alami hari ini menandakan bahwa saya sangat sulit melupakannya. jika memipi pertama terkesan memberi harapan untuk memilikinya namun mimpi kali ini malah sebaliknya, terkesan menjauhkan saya darinya. naudzubillah...

Saya tidak tau asal muasal mimpi ini. tiba-tiba saya ada di sebuah adegan pemberitaan bahwa si doi telah dilamar dengan sepupu saya sendiri. "kagetnya minta ampun" dia telah dilamar..... dan orang yang melamarnya adalah sepupu saya sendiri.... sontak batin saya memberontak, ada yang tidak beres. saya mencari kebenaranya dengan bertanya ke beberapa saudara, semuanya mengatakan "iye sudahmi". Saya masih belum percaya hingga ada sebuah video yang ditunjukkan ke saya. sepupu saya sedang asyik-asyiknya bercengkrama dengan si do'i.

Astgafirullah.... serasa kepala saya ingin pecah, sulit menghubungkan semua peristiwa yang terjadi... saya meninggalkan ruangan dan mengurung diri di kamar. gimana mimpi saya kayak sinetron kan??? hahahaha 

Saya mengurangi interakasi dengan keluarga hingga kakak saya menghampiri dan berkata "masih banyak wanita lain yang lebih baik... sambil terisak saya hanya berucap "iye kak... tapi susahki dapat yang sperti ini".. bgtulah akhir mimpi saya hingga alarm berbunyi untuk membangunkan anak-anak saya...

tafsir mimpi menikah

Apakah Tafsir Mimpi ini??? APakah ini Firasat Buruk sebuah Mimpi??


Banyak orang yang berpendapat mimpi hanya bunga tidur. jika hal itu benar mungkin mimpi ini dapat saya jadikan sebuah motivasi untuk meningkatkan usaha saya. namun jika sebaliknya, maka saya akan memulai lembran baru untuk mengantisipasi semua hal yang akan terjdi di kemudian hari. saya tidak dapat berbuat apa2 jika hal itu menjadi kenyataan, mengingat saya masih mencari sesuatu di kota industri kerjinan kulit ini. jika disodori pun, saya tetap menjawab saya belum siap. beda halnya jika ia berpikiran sama dengan saya dan ingin menunggu sedikit kepulangan saya..... kekekke